As-salamuaaikum Wr.Wb.
selamat pagi sahabat ku yang baek hatinya .. 
semoga anda beserta orang yang anda sayangi selalu dalam lindungan Allah SWT.. 
Pagi yang cerah ini , admin ingin berbagi cerita nich sob,, cerita yang membuat kita selalu ingin berbakti kepada orang tua kita .. karna bagaimana pun , mereka lah makhluk yang paling berjasa kepada kita , sebarapa besar kita berbakti kepada mereka , sebesar itu pula lah kasih sayang allah yang akan tertumpah pada kita .. 
simak ya kisahnya sob .. doa kami semoga selalu menyertaimu ..

 Kisah Menggugah Jiwa ..

Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, hanya tinggal ibunya yang sudah tua dan anak laki- lakinya saja yang saling menopang.
Ibunya bersusah payah membesarkan seorang anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, anaknya tersebut hanya diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih sayang menunggui anaknya sambil menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim gugur, adalah waktu bagi anaknya untuk memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah. Di sekolah itu, setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa 30 kg beras untuk dibawa ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Berkatalah ia kepada ibunya: " Bu, saya mau berhenti sekolah saja dan membantu ibu bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Niat kamu sungguh mulia nak, kamu memiliki niat seperti itu saja ibu sudah senang, tetapi kamu tetap harus sekolah. Jangan khawatirkan ibu ya nak. Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya biar ibu yang akan mengantarkannya kesana".

Karena anaknya tetap bersikeras tidak mau mendaftar ke sekolah, ibunya pun menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh ibunya. Dengan berat hati, akhirnya anaknya pergi juga kesekolah. Ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.



Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari pundaknya, pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya lalu mengambil segenggam beras tersebut dan menimbangnya. Tiba tiba dia berkata : " Hai wali murid, kami tidak menerima beras yang isinya campuran beras dan gabah. Jangan menganggap kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Begitu malu nya sang ibu ini, hingga tak henti Hentinya berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tadi.
Awal bulan berikutnya ibu ini memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. seperti biasanya beras tersebut diteliti oleh pengawas. Dengan alis yang mengerut, ibu pengawas berkata: "Masih dengan beras yang sama". Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".
Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Berapa luas sawah yang ibu kerjakan, sehingga berasnya bisa bermacam macam seperti ini". Mendengar sindiran pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi. 
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai wali murid kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !"
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis".
Mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dilihatnya ibu tua tadi duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Ibu renta tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku sehingga mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini saya tidak pernah memberi tahu sanak saudara yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih untuk mengatakannya pada anakku, aku takut melukai harga dirinya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat, aku pergi ke pasar, tempat orang berjualan beras, hanya untuk mengemis beras beras yang tercecer di trotoarnya. Dengan susah payah aku mendatangi toko demi toko hanya utnuk mencari ceceran itu. Sampai hari sudah gelap, akupun pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sehingga sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul memenuhi untuk syarat diserahkan kesekolah.
Pada saat ibu tua itu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."
Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi Qing hua dengan nilai 627 point.
Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang.
Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan sebuah kisah tentang seorang ibu yang mengemis beras demi sekolah anaknya. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata kepada para hadirin seraya menunjuk pada ibu tadi : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu yang luar biasa tersebut untuk naik keatas mimbar. Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke arah gurunya yang sedang menuntun ibunya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya membuat sang anak tak kuasa untuk menahan tangisnya, dipeluknya sosok tua dihadapannya itu dan merangkul erat ibunya sambil terisak seraya berkata: "Begitu mulianya engkau Ibu, sungguh aku tak bisa untuk membalasnya.

Sumber:  situslakalaka

Program Usrah Meeting diantaranya adalah Lomba Masak Nasi Goreng yang diadakan di Pesantren Cahaya Islam ini sebagai proses pembelajaran bagi santri menuju gerbang kemandirian.
Insya Allah inilah kader Pembela dan Penegak Syari'at Allah yang akan muncul dari Ranah Minang

video


KETIKA LELAH BERDAKWAH
DI SUATU HARI kampus di Sumatra, pada awal tahun akademik, rohis masig-masing fakultas rutin mengadakan semacam perekrutan kader dakwah baru. Segala daya dikerahkan guna menyambung roda regenerasi1. Pada masa-masa itu, biasanya para ikhwah fokus sekali pada ladang garapannya. Dan disayangkan, ketika mereka mendapatkan satu bibit bary, sekian tunas malah layu disaat yang nyaris bersamaan2.
           Keadaan imam yang fluktuatif memang membuka peluan seseorang untuk futur (lemah semangat). Tapi meskipun itu suatu yang lumrah, bukan berarti kita harus terseret hingga tenggelam ke dalamnya. Ada beberapa hal yang harus diperhartikan jika gejala lelah dalam dakwah mulai menghampiri, di antaranya:
1.Berpikir positif
           Hal utama yang membuat kita gampang letih adalah ketika kita merasa bekerja sendiri dan orang lain kurang menghargai apa yang kita kerjakan. Ketauhilah, bahwa ini adalah hembusan iblis ke dada kita. Jelas mustahil seseorang bisa mengerjakan semuanya sendirian. Kalaupun kita lebih banyak bergerak, percayalah, di sisi Allah pun, kitalah yang paling banyak Ia sebut-sebut di depan malaikat-Nya3. Sejak awal, fakta telah berulangkali menyatakan bahwa dakwah memang tidak mudah. Tapi sulit tidaknya hal tersebut bisa kita kembalikan ke hati, untuk siapa kita berdakwah? Bukan karena manusia, kan?
Janganlah terlalu terbawa perasaan
           Sikap aktivis dakwah yang kadang kurang amanah, tidak disiplin, dansebagainya kerap menjadi pemicu retaknya ukhuwah antarsaudara4.Kata afwan terlalu sering dilontarkan tanpa ruh (terbukti dengan tidak adanya perubahan setelah kesalahan sebelumnya). Tapi sebagai ikhwah militan, berupayalah untuk membuang jauh kekecewaan pada oknum yang demikian.

By. Ibnu Alfayed, santri kelas VII tahun ajaran 2011 - 2012 
(di ringkas dari elka sabili)

                                
1.Setiap Manusia Berbuat kesalahan
Setiap orang pasti berbuat kesalahan yaitu1. Hal itu tidak  bisa di pungkiri.Begitu juga diri kita dan orang-orang lyang ada di sekitar kita.Itu sangat manusiawi.Kadang-kadang masing-masing mempunyai takaran yang tersendiri dalam mengukur sebuah kesalahan. Misal nya banyak orang berbohong itu adalah hal yang basa tapi mungkin menurut kita perbuat tersebut adalah perbuatan yang sangat keji atau sebaliknya2.. Di sebalik sisi lain kita juga tidak kaku melihat kesalahan orang lain3.Bisa jadi diat berbuat kesalahan itu hal yang tidak sengaja atu tidak ber maksud berbuat jahat
2.Berlatih memaaf kan seperti ayah dan ibu
   Coba ingat ketika kita masih kecil.Rasanya tiap hati kita berbuat kesalahan yang membuat ayah dan ibu jengkel. Tapi tiap haripula ia menyediakan lautan maaf bagi anak-anak nya . Mereka tak pernah dendam walaupun kita berbuat kesalahn besar sekalipun . Atau berlatih memaaf kan dari hal hal kecil seperti kita bersenggolan dengan orang saat berdesakan di pasar,  saat kaki ter injak saat naik bis kota,makanan kita di habis kan adik dan lain lain. Jika kita terbiasa  memaafkan dari hal hal kecil maka hatimkita akan ter asah untuk memaaf kan kesalahan yang lebih besar sehingga tak mengendap lama dalam hati.
3.Bersikap adil
 Sebelum kita menghakimi orang yang telah berbuat kesalahan besar sehingga tak termaaf kan lagi buat daftar dulu seberapa sering kah kita menyakiti  orang lain? Pernahkah kita menempat kan diri di posisi orang lain? Apakah banayak orang lain yang tak memaaf kan kesalahan kita ataubahkan dendam kepada kita? Jangan jangfan kesalahan kita lebih banyak. Kaca diri sangat lah penting untuk mengukr kualitas diri kita. jangan sampai gajah dan pelepuk mata kita sedang kan semut di ujung laut nampak dengan jelas  . Atau hujan sehari hari mengahapus kan panas setahun.

4.Berfikir positif
 Jika kita tidak berbuat salah maka  tidak akan pernah belajar berbuat nyang benar. Lebih baikberfikir seperti itu,demikian juga dalam menyikapi orang lain. Saat orang lain menyakiti kita bisajadi ujian kesabaran dari allah mungkin berencana menguji kadar kesabaran kita dari orang lain. Agar kita memperoleh derajat lebih tinggi di  mata allah maka kita harus lulus dengan cara memaaf kan orang lain dan tidak  mendendam
5.kembalikan kepada Allah
Shalat adalah cara efektif untukmeredam rasa marah dan dendam. Setelah membasuh muka dengan air wudu perasaan akan menjadim lebih tenang. Allah saja memaaf kan dosa dosa besar kita,  masak kita tidak bisa mencobanya Percayalah memaaf kan orang lain suatu yang indah. Dendam kepada orang lain akan membuat diri kita tersiksa apalagi orang tersebut tidak tahu bahwa kita tidak suka kepada nya
So, buang lah rada dendam jauh jauh,berjabat dengan hati suci dan mulai lah hidup yang lebih indah dari sebelum nya bangkit kan prestasi yang lebih baik
diringkas dari elka sabili oleh muhammad qalbiy, kelas VII 2011 - 2012

Welcome

Statistik

Indahnya Sabar

Barang siapa yang tidak tahan lelahnya belajar, maka niscaya ia akan merasakan pahitnya hidupnya sepanjang masa ..

Cahaya Islam News

Saat ini kami sedang membuka Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2014/2015, untuk info lengkap, silahkan datang ke Cahaya Islam Kampus

Guruku Pelitaku

Ust, Arnol Ust, Rahmad Ust, Wingga Ust, Najmul Islami Ust, Rahman Ustman Ust, Lalu Zulham Efendi Alwi Juhdi

Husnul Khuluq

Tidak ada sesuatu yang lebih berat timbangannya di sisi Allah kecuali budi pekerti ( al-hadist )
SMP Cahaya Islam. Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Followers

Popular Posts

Followers

About Me

Payakumbuh, Sumatera Barat, Indonesia

Search Me

Memuat...